Blog Ping Tool

Sabtu, 24 November 2012

Bandung, Tempat Migrasi Laron



Sudah sejak pertengahan bulan November ini, laron mulai bermunculan di daerah Bandung dan sekitarnya. Apalagi di malam hari, hingga sekarang populasi laron yang muncul di Bandung mulai bertambah, apa penyebabnya? Laron adalah rayap yang berhasil membentuk sayapnya untuk bisa terbang keluar dari sarangnya. Binatang ini adalah serangga sosial anggota bangsa Isoptera . Habitat sesungguhnya dari binatang ini adalah di pohon-pohon dan paling banyak di dalam tanah. Karena rayap mampu menggali ke dalam tanah untuk membuat sarang mereka. Mereka juga bisa tinggal di kayu-kayu rumah, karena biasa memakan kayu-kayu. Selain dari habitatnya, rayap yang sudah memiliki sayap yang biasa disebut laron, sangat menyukai cahaya, salah satu penyebabnya adalah binatang ini memerlukan kondisi yang hangat untuk tubuhnya. Itu juga yang menyebabkan mengapa laron yang belum memiliki sayap akan menggali tanah, dan membuat sarangnya di dalam tanah.
Dalam koloni, rayap  memang tidak memiliki sayap. Namun demikian, beberapa rayap dapat mencapai bentuk bersayap yang akan keluar dari sarangnya secara berbondong-bondong pada awal musim penghujan (sehingga seringkali menjadi pertanda perubahan ke musim penghujan) di petang hari dan beterbangan mendekati cahaya. Bentuk ini dikenal sebagai laron atau anai-anai. Itulah salah satu penyebab pada malam hari di Bandung selalu terlihat laron yang berterbangan di dekat lampu-lampu rumah. Koloni laron ini seakan tidak ada habisnya. Mengapa Bandung yang dijadikan tempat migrasinya? Karena di Bandung, sejak pertengahan bulan November ini, selalu terjadi hujan setiap harinya, apalagi waktu sore menjelang malam. Sehingga laron tersebut akan keluar dari sarangnya dan berterbangan mendekati cahaya-cahaya lampu rumah.
Jika melihat hampir di setiap rumah yang memiliki cahaya lampu, selalu ada banyak laron yang berterbangan. Bahkan tak jarang, misalnya seperti di lapangan futsal yang pada malam harinya sangat memerlukan cahaya lampu, seisi ruangan futsal dipenuhi oleh laron dan di lapangan futsal pun sudah seperti lautan laron yang mati. Tapi laron ini seakan tidak ada habisnya. Walaupun sudah banyak yang mati, populasi laron yang bermunculan seakan tidak ada habisnya dan bahkan terkadang meningkat dari biasanya. Keadaan ini banyak membuat resah para ibu-ibu rumah tangga ataupun petugas kebersihan yang harus membersihkan laron-laron yang mati setiap paginya dan tidak ada habisnya. Inilah memang suatu dampak negatif akibat pergantian musim yang terjadi di Bandung dan hujan setiap harinya yang membasahi Kota Bandung dan sekitarnya.
Bagaimana cara mengatasinya? Memang jika cahaya lampu kita selalu menyala apalagi dengan cahaya yang sangat terang, laron pasti akan berdatangan dan berterbangan secara berkoloni. Cara yang paling tepat untuk mengatasi laron saat musim hujan di Bandung ini adalah dengan memadamkan lampu-lampu rumah, karena laron hanya akan mencari cahaya lampu. Atau mengganti lampu-lampu rumah dengan cahaya yang redup, mungkin akan tetap ada laron yang berterbangan, tetapi dengan cahaya redup akan mengurangi jumlahnya. Jika seperti di tempat-tempat yang memang membutuhkan cahaya lampu, bisa menggantungkan plastik-plastik beroleskan minyak goreng, sehingga laron-laron yang berterbangan di sekitar lampu akan melekat kesana kemudian mati, tapi karena musim ini, pasti laron akan tetap bermunculan jika cahaya lampu masih tetap menyala terang. Jika memang cahaya lampu masih sangat dibutuhkan di tempat-tempat tertentu, petugas kebersihanlah yang nantinya harus bekerja lebih untuk membersihkannya.

Terima kasih sudah membaca
Jika bermanfaat, Follow blog ini ya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar