Blog Ping Tool

Senin, 26 November 2012

Prediksi Kiamat, Benarkah Ilmu Sudah Menyalahi Takdir?



Ilmu merupakan sesuatu yang memang sangat dibutuhkan manusia. Bahkan ilmu merupakan salah satu tujuan dalam hidup manusia, karena orang yang hidup tanpa ilmu adalah orang yang jiwanya telah mati. Sedangkan takdir adalah sesuatu yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta sejak sebelum manusia diciptakan. Ilmu dalam kehidupan sehari-hari memang berasal dari pemikiran manusia walaupun sebenarnya Tuhan yang telah memberikannya kepada manusia, sedangkan takdir murni berasal dari ketentuan Tuhan yang menciptakan kita. Kedua hal tersebut sebenarnya adalah dasar dari kehidupan manusia, karena kita memang dituntut untuk mencari ilmu setinggi-tingginya, tetapi takdirlah yang membatasi semuanya. Walaupun kita telah berusaha untuk mencari suatu ilmu, tapi Tuhan tidak mengizinkannya karena takdir yang telah ditetapkan, sebagai makhluk ciptaan-Nya tidak akan dapat menyalahi ketentuan-Nya. Kita hanya dapat berusaha, tapi tidak akan dapat menyalahi bahkan mengubah ketentuan Tuhan apalagi yang jelas kita ketahui sebelumnya. Di era kemajuan teknologi dan pemikiran manusia, banyak ahli pikir yang berusaha untuk mencari dan menjelaskan rahasia Tuhan, tapi apakah pantas jika rahasia yang dicari adalah rahasia Tuhan yang memang sebelumnya telah dijelaskan bahwa hanya Tuhan yang mengetahui rahasia tersebut?
Kiamat yang merupakan hari akhir kehidupan manusia di muka bumi ini, adalah rahasia Tuhan dan hanya Tuhanlah yang mengetahuinya. Dalam ajaran Islam, telah tertulis di Kitab Suci Al-Quran, bahwa hari akhir pasti akan terjadi, dan hanya Tuhanlah yang mengetahui kapan hari akhir tersebut akan terjadi, manusia hanya dapat mempersiapkan diri sebelum kiamat tersebut terjadi. Memang di Al-Quran juga dijelaskan bahwa Tuhan telah memberitahu kepada makhluk-makhluk-Nya tentang tanda-tanda akan terjadinya hari akhir nanti agar kita pun sebagai salah satu makhluk-Nya dapat lebih mempersiapkan diri dan lebih mendekatkan diri pada-Nya. Tetapi, kapan terjadinya kiamat tersebut tidak disebutkan dalam Al-Quran dan manusia tidak akan mengetahui kapan tepatnya kiamat akan terjadi, karena itu adalah takdir Tuhan yang tidak dapat diubah-ubah lagi. Di sisi lain, pemikiran manusia yang telah berkembang sejak sebelum tahun 1999, banyak yang telah memprediksikan kapan kiamat akan terjadi. Sebelum tahun 1999, seorang ahli memprediksikan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 1999, tapi telah kita ketahui bahwa prediksi itu salah. Memang pada tahun tersebut, terjadi bencana yang hanya merupakan kiamat kecil di sebagian daerah di Pulau Sumatera, yaitu terjadinya salah satu gempa terkuat yang pernah ada. Kembali lagi sebelumnya diprediksikan bahwa tepatnya pada tanggal 12 Desember 2012 ini akan terjadi kiamat, padahal jika kita kembali memahami isi Al-Quran mengenai tanda-tanda kiamat akan terjadi, tanda-tanda tersebut belum memberikan gambaran mengenai kiamat yang diprediksi pada tanggal tersebut. Apakah pada tanggal tersebut kiamat akan benar-benar terjadi? Wallahu alam.
Prediksi yang sebelumnya padahal belum bisa dibuktikan kebenarannya karena memang kita belum berada atau melewatinya, baru-baru ini telah muncul prediksi baru tentang kiamat dari pemikiran seorang ahli berdasarkan perhitungan matematika. Diprediksikan olehnya bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2028 nanti. Benarkah kiamat akan terjadi pada tahun tersebut? Padahal sebelumnya telah dijelaskan bahwa apapun makhluk ciptaan-Nya tidak akan ada yang dapat mengetahui takdir yang telah ditetapkan oleh-Nya, yaitu tentang terjadinya hari akhir, tetapi mengapa masih terus ada prediksi-prediksi tentang kapan hari akhir akan terjadi? Apakah mereka yang telah memprediksikan hari kiamat tersebut tidak percaya pada Penciptanya dan takdir yang telah ditetapkan oleh-Nya? Karena seolah-olah manusia yang memprediksikan kapan hari akhir tersebut akan terjadi adalah manusia yang memikirkan suatu hal yang sia-sia karena tidak akan dapat menemukan jawabannya.
Manusia memang diciptakan Tuhan, merupakan makhluk Tuhan yang tidak akan pernah puas akan apa yang mereka miliki dan mereka ketahui. Apa yang mereka tidak ketahui, mereka pun akan berusaha untuk mengetahuinya dan terkadang mereka sampai tidak ingat akan Tuhan yang menciptakan mereka. Sebagai manusia biasa seharusnya kita hanya dapat mempersiapkan diri sebelum menghadapi hari akhir, dan melihat berbagai prediksi yang telah ada, kita pun hanya dapat mengambil hikmah positifnya, bahwa kita harus lebih memelihara ciptaan-Nya dan mendekatkan diri pada-Nya. Kembali lagi yang seharusnya lebih untuk dipikirkan kembali, mengenai prediksi-prediksi mengenai hari kiamat, benarkah ilmu telah menyalahi takdir? Pantaskah itu terjadi?

1 komentar:

  1. menurut saya tidak masalah..bukannya sok tahu merupakan salah satu hakikat manusia? la wong pertanidngan bola saja banyak prediksinya..
    tp terkait isu kiamat, sebagai orang yg beriman memang meyakini hanya Tuhan yang tahu..orang-orang hebat macam Nostradamus, Jayabaya atau Ranggawarsita pun tidak tahu. padahal penglihatan mereka atas masa depan terbukti.
    yang dilihat atau yang dihitung orang-orang itu mungkin baru kiamat kecil saja, seperti bencana-bencana alam yang intensitasnya akhir-akhir ini semakin meningkat. masalah menyalahi takdir, menurut saya itu tidak menyalahi takdir..anggap saja mereka sedang mempraktekkan teori yang mereka pelajari..

    http://nglengkong.blogspot.com/

    BalasHapus